kultur-jaringan
admin Posted on 8:44 pm

Kultur Jaringan : Pengertian, Contoh, Teknik, Tahapan Proses

Definisi kultur jaringan

kultur-jaringan

Menurut istilah kultur jaringan terdiri dari dua kata yaitu kultur yang artinya membudidayakan, dan jaringan yang artinya sekumpulan sel yang memiliki fungsi dan bentuk yang sama. Dapat disimpulkan bahwa kultur jaringan merupakan upaya untuk membudidayakan sel-sel yang mempunyai, atau mempunyai bentuk dan fungsi yang mirip dengan suatu tumbuhan, sehingga menjadi tumbuhan yang benar-benar baru.

Kultur jaringan dilakukan dengan cara mengisolasi bagian tanaman tertentu seperti daun, pucuk dan lain-lain kemudian menumbuhkan jaringan dalam wadah tertutup yang transparan terhadap cahaya kemudian menggunakan prinsip aseptik (steril) sehingga tanaman tersebut kemudian dapat atau dapat beregenerasi menjadi a. pabrik yang benar-benar baru.

Jaringan yang diangkat untuk kultur jaringan sebaiknya jaringan meristem, yaitu jaringan muda yang masih aktif membelah, dengan plasma penuh, dinding tipis, dan vakuola kecil. Penggunaan jaringan meristem juga memaksimalkan hasil akhir kultur.

Proses kultur jaringan sebenarnya ini sudah berlangsung atau sudah berlangsung lama. Untuk pertama kalinya kultur jaringan ini dilakukan oleh Gottlieb Haberland menggunakan tumbuhan mesofil yang terdapat pada tumbuhan monokotil.

Jenis kultur jaringan

Menurut jaringan yang dipilih untuk kultur, kultur jaringan ini dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Kultur serbuk sari
    Jenis kultur ini adalah kultur jaringan yang menggunakan serbuk sari sebagai eksplan (jaringan yang dipilih untuk kultur).
  • Kultur embrio
    Merupakan jenis kultur yang menggunakan bagian tumbuhan berupa embrio tumbuhan. Misalnya embrio kelapa Kopyor.
  • Kultur protoplas
    Merupakan jenis kultur yang menggunakan sel jaringan hidup tanpa dinding yaitu sebagai eksplan.
  • Kultur kloroplas
    Merupakan jenis kultur yang menggunakan kloroplas (sel hijau) dari tumbuhan untuk membuat tumbuhan yang benar-benar baru.
  • Kultur meristem
    Merupakan suatu kultur yang memanfaatkan bagian-bagian tumbuhan berupa jaringan muda yang aktif membelah (meristem) yaitu sebagai eksplan kultur.
  • Masukkan budaya
    Merupakan jenis kultur jaringan yang menggunakan bagian-bagian tumbuhan, berupa sari pati sebagai eksplan.

Media kultur jaringan

Ada dua jenis media yang dapat atau dapat dipilih untuk proses kultur jaringan diantaranya:

  • Media dasar Murashige dan Skoog (MS)
  • Media ini digunakan pada semua jenis tumbuhan, terutama tumbuhan perdu. Media ini mengandung unsur dan mineral yang tumbuh tinggi.
  • Media dasar B5 atau Gamborg
  • Media ini digunakan untuk kultur suspensi sel kedelai, alfafa, dan kacang-kacangan lainnya.
  • Media dasar putih
  • Media ini digunakan untuk kultur akar. Namun dalam media ini, kandungan mineral dan zat lain yang dibutuhkan oleh tanaman rendah.
  • Kehadiran Media Vacint (VW)
  • Media ini digunakan khusus untuk tanaman anggrek
  • Media dasar Nitcsh
  • Media ini digunakan untuk serbuk sari dan kultur sel
  • Schenk dan Hildebrant Basic Media
  • Media ini digunakan untuk tanaman kayu.
  • Media dasar untuk Medium Tanaman Kayu (WPM)
  • Medi aini juga digunakan untuk tanaman kayu
  • Media dasar N6
  • Media ini digunakan pada tanaman serealia terutama padi dan serealia lainnya.

Teknik kultur jaringan

Teknik yang digunakan dalam proses kultur jaringan adalah pertumbuhan tanaman secara vegetatif. Cakram bagian atau sel atau jaringan tanaman yang dikeluarkan ditempatkan dan disimpan dalam 2 media, yaitu media padat dan media cair. Jangan lupa kultur jaringan ini membutuhkan media aseptik (steril).

Jika ditaruh di atas medium, bagian tanaman yang digunakan akan bertambah banyak dan membentuk kalus. Ketika kalus diangkat dan ditempatkan dalam media diferensiasi yang sesuai, planlet (tanaman kecil baru) terbentuk.

Teknik kultur jaringan ini sebenarnya menggunakan teori totipotensi yang ditemukan oleh Schleiden dan Schwan pada tahun 1838. Totipotensi adalah prinsip yang mengatakan bahwa setiap bagian tumbuhan yang dicabut dapat berkembang biak, jika ditempatkan pada media dan lingkungan yang sesuai maka akan tumbuh menjadi tumbuhan. . Sempurna.

Dalam kultur jaringan juga dikembangkan dengan berbagai cara, diantaranya sebagai berikut:

  • Kultur meristem merupakan pembudidayaan jaringan, yaitu menggunakan ex-plandarian jaringan muda atau meristem.
  • Kultur serbuk sari / kultur kepala sari, eksplan yang terbuat dari serbuk sari atau benang sari digunakan di sini.
  • Eksplan yang terbuat dari protoplas digunakan dalam kultur protoplas.
  • Dalam kultur kloroplas, kloroplas digunakan untuk tujuan fusi protoplas.

Persyaratan kultur jaringan

1. Jelaskan pemilihannya

Jaringan yang diangkat untuk kultur sebaiknya jaringan muda yang masih aktif membelah agar dapat atau dapat membantu perkembangan jaringan selanjutnya yang nantinya akan tumbuh menjadi tanaman baru.

2. Pemilihan media

Media yang baik yang juga berguna sebagai media kultur jaringan adalah media yang menyediakan semua jenis nutrisi untuk proses pertumbuhan jaringan, mis. B. sumber karbohidrat, mineral, vitamin dan zat pengatur hormon. Oleh karena itu, perlu ditambahkan berbagai jenis seperti sumber karbohidrat, mineral, vitamin dan zat pengatur hormon ke dalam media kultur.

3. Pilihan lingkungan

Keadaan atau keadaan lingkungan yang baik ini memenuhi syarat aseptik yaitu sebagai prinsip kultur jaringan. Artinya semua tahapan yang dilakukan dalam proses kultur harus steril. Tujuannya untuk menghindari kontaminasi kuman atau bakteri. Sterilisasi eksplan dan media dapat atau dapat dilakukan dalam aliran udara laminar. Lokasi penyimpanan juga harus diperhatikan yaitu suhu, pencahayaan dan pengaturan udara yang baik.

Proses dan tahapan kultur jaringan

1. Seleksi dan penyiapan tanaman induk yaitu sebagai sumber eksplan

Ini sangat penting. Pemilihan tumbuhan ini didasarkan pada jenis, jenis dan varietas yang jelas. Tanaman ini juga harus sehat dan bebas dari hama dan penyakit. Persiapan seleksi ini bisa atau bisa dilakukan di laminar airflow atau di greenhouse agar tanaman yang hendak dibudidayakan bisa atau akan tumbuh dengan baik.

2. Inisiasi budaya

Tujuan memulai budaya adalah untuk memenuhi prinsip aseptik dan ditekankan. Aseptik bebas dari mikroorganisme, sedangkan untuk Accents bebas dari mikroorganisme yang tidak diinginkan. Eksplan yang dibudidayakan dapat atau dapat memulai pertumbuhan tanaman baru sehingga kita dapat atau dapat memilih bagian tanaman yang terbaik untuk proses budidaya selanjutnya.

3. Sterilisasi

Sterilisasi ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan bahwa segala sesuatu yang berasal dari upaya proses kultur jaringan harus bebas dari kontaminasi. Di lokasi yang steril dengan aliran udara laminar, alat yang akan digunakan juga harus disterilkan dengan larutan ethanol, dan orang atau teknisi yang melakukan kultur juga harus steril.

4. Perkalian

Tahap ini dilakukan agar bahan tanaman digandakan atau juga diperbanyak dan bahan tanaman ini dirawat sedemikian rupa sehingga bisa atau bisa digunakan pada waktu-waktu tertentu. Perbanyakan dapat atau dapat terjadi dimana pertumbuhan tunas cabang dan tunas ketiak distimulasi dan tunas adventif juga distimulasi baik secara langsung maupun dengan menstimulasi kalus terlebih dahulu.

5. Pemanjangan tunas, induksi dan perkembangan akar

Tunas yang dihasilkan selama perbanyakan dipindahkan ke lingkungan luar dari media in vitro yang steril selama proses ekspansi tunas. Setelah tumbuh cukup lama, pucuk bisa di-root. Pemanjangan tunas atau akar dapat atau dapat dilakukan segera atau secara bertahap. Keberhasilan tahap ini ditentukan oleh kualitas yang diolah sebelumnya.

6. Aklimatisasi

Aklimatisasi ini merupakan proses pengkondisian tanaman kecil atau tunas mikro (jika pembentukan akar terjadi secara ex vitro) di lingkungan baru. Lingkungan baru yang dimaksud disini adalah lingkungan non aseptik yaitu seperti sebotol tanah atau media pakis sehingga tumbuhan kecil ini dapat atau dapat bertahan hidup. Mereka menjadi tanaman yang siap berkembang biak.
Aklimatisasi ini merupakan prosedur yang sangat penting dan kritis dalam keseluruhan proses kultur jaringan. Keberhasilan kultur jaringan ini dinilai berhasil apabila tanaman dapat atau dapat membiasakan diri dengan lingkungan luar dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.

Keuntungan budaya

  • Dapat membuat tanaman baru yang bebas dari penyakit, virus, atau kontaminasi bakteri.
  • Dapat memelihara tanaman dengan karakteristik yang sama dengan induknya.
  • Dapat menghasilkan tanaman baru dalam waktu singkat.
  • Pelaksanaannya juga tidak tergantung pada waktu dalam setahun.
  • Dapat membuat galur baru berdasarkan rekayasa genetika.

Pengaruh kultur jaringan

Berikut ini adalah efek dari kultur jaringan yaitu pro dan kontra dari kultur jaringan, diantaranya:
Keuntungan dari kultur jaringan

  • Benih yang dihasilkan bermacam-macam
  • Pengambilan benih tidak tergantung pada waktu dalam setahun
  • Bisa atau bisa menghasilkan banyak biji dalam waktu singkat
  • Biaya transportasi lebih murah dan mudah
  • Benih yang dihasilkan terlindung dari penyakit
  • Benih yang diperoleh memiliki khasiat yang sama dengan induknya
  • Metabolit sekunder tanaman ini dapat atau dapat diperoleh segera tanpa menunggu tanaman matang

Kerugian dari kultur jaringan

  • Membutuhkan proses aklimatisasi yang disebabkan oleh penyesuaian pada tempat tinggal tanaman
  • Membutuhkan biaya masuk yang relatif mahal
  • Hanya orang ini dengan keahlian khusus yang dapat melakukan ini
  • Dalam kultur sel hewan, hasil kultur tidak dapat atau tidak dapat menghasilkan individu selain kultur embrio
  • Mungkin tidak atau mungkin tidak mengubah jenis tanaman yang dihasilkan

Contoh tanaman kultur jaringan

  • anggrek
  • pisang
  • minyak kelapa sawit
  • Kecambah hias
  • Tebu dan krisan

Demikian penjelasan mengenai pengertian kultur jaringan, teknik, media, tahapan dan contoh, semoga yang dijelaskan dapat bermanfaat bagi anda. Terima kasih

Sumber :